Masyarakat Desa Legung Timur

Tuesday, August 1, 2017

MENGABDI UNTUK MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN UNTUK ANAK-ANAK DI DESA LEGUNG TIMUR

Dalam rangka mencerdaskan sebuah bangsa, pendidikan merupakan salah satu cara untuk mencapainya, dengan kata lain  pendidikan merupakan sebuah kewajiban yang dimulai sejak kecil hingga dewasa, apalagi pemerintah telah mewajibkan 12 tahun belajar melalui lembaga-lembaga sekolahan, tentunya dari jenjang terendah hingga yang palin tinggi, apalagi pandangan masyarakat  semakin tinggi tingkat pendidikan mereka, maka semakin tinggi pula status sosial mereka. Karakter orang berpendidikan dengan orang yang belum atau bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan tentunya sangatlah berbeda. Oleh karena itu, pendidikan merupakan sesuatu yang penting bagi seluruh masyarakat.
            Membahas pendidikan di kawasan pedesaan, memang kerap kali terabaikan, sehingga sudah terbiasa bagi masyarakat Desa lulus SD sudah menikah, tetapi pemandangan berbeda pada masyarakat Desa Legung Timur ini, pendidikan untuk anak – anak sudah cukup membaik. Apalagi di masyarakat Legung Timur pemudanya sudah sadar akan pentingnya pendidikan, baik formal maupun non formal, sehingga tidak heran jika kita menjumpai pemuda-pemudi di Desa legung merupakan lululsan Universitas ternama maupun pondok yang terkenal,.
Namun, dalam penyebaran siswa di Desa tersebut tidaklah merata, sebagai mana dalam SDN Legung Timur 01 hanya terdapat 17 siswa dalam semua kelas, insfrastruktur sekolah yang sangat minim menjadikan sekolahan ini sedikit peminat dan masyarakat lebih memilih sekolah lain, sehinga sangat timpang penyebaran siswa dalam Desa Legung Timur tersebut.
           Hal tersebut menjadikan sebuah inspirasi bagi temen-temen Kuliah Kerja Nyata, kelompok 89 ditempatkan di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep. Untuk menyeimbangkan program pendidikan di Desa Tersebut, program pengajaran yang diterapkan pada beberapa murid Sekolah Dasar di Desa Legung Timur sendiri, dibagi dua metode, diantaranya pengajaran formal dan pengajaran non-formal.
            Dalam pengajaran formal, kelompok kami mendatangi 2 Sekolah Dasar dan 2 Madrasah Ibtidaiyah yang terletak di Desa Legung Timur, di antaranya SD Negeri Legung Timur 1, SD Negeri Legung Timur 3, MI Lughatul Islamiyah, dan MI Nurul Anwar. Tetapi kami fokuskan pada SDN LEgung Timur 01.
            Sedangkan  non-formal, pendidikan terdapat  5 program pengajaran, di antaranya mengajar ngaji di Musholla, pendidikan kerajinan tangan di Yayasan Madrasah Lughatul Islamiyah, mengajar tari, membaca puisi, dan membaca pidato. Tujuan dari hal tersebut adalah  dapat memberi wawasan baru dan manfaat bagi mereka.

No comments: